Sabtu, 30 November 2019

HEMATOLOGI

  • •         Hematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang darah
  • •         Darah merupakan medium pertukaran zat antar sel didalam tubuh dan lingkungan interna
  • •         Darah terdiri komponen sel dan cairan (plasma)
  • •         Plasma terdiri 91% air dan 9% zat padat
  • •         Fungsi plasma sebagai medium transport


KOMPONEN DARAH

•         Plasma darah:
–        Protein: albumin, globulin, faktor pembekuan: fibrinogen, trombin
–        Enzim, hormon
–        Unsur organik: lemak netral, fosfolipid, kolesterol, glukosa
–        Unsur anorganik: mineral
•         Sel darah:
–        Eritrosit: transport O2 dan CO2
–        Leukosit: imunitas (fagositosis)
–        Trombosit: hemostasis (pembekuan)

HEMATOPOIESIS

•         Hematopoiesis: pembentukan dan pematangan sel darah
•         Induk sel darah: sel pluripoten
–        Proeritroblas (calon eritosit)
–        Megakarioblast (calon trombosit)
–        Monoblas (calon monosit)
–        Meiloblas , calon lekosit bergranula (neutrofil, basofil, eosinofil)
–        Limfoblas (calon leukosit B dan T)

MACAM HEMOGLOBIN

 Macam hemoglobin:
–        HbA: hemoglobin dewasa normal
–        HbF: hemoglobin fetal
–        HbS: hemoglobin sel sabit
–        Hb: hemoglobin Memphis


ERITROSIT

•         Bentuk lempeng bikonkaf, tidak berinti, dilapisi membran tipis.
•         Jumlah normal eritrosit : 3,6 –5,4 juta /mikro liter.
•         Produksi eritrosit dirangsang oleh hormon glikoprotein, eritropoitin (dibuat ginjal)
•         Umur eritrosit kira-kira 120 hari




GANGGUAN ERITROSIT

•         Anemia: jumlah kurang dari normal
•         Polisitemia: jumlah eritrosit yang terlalu banyak
•         Anemia bukan diagnosa, tetapi cerminan perubahan patofisiologik
•         Gejala anemia: pucat, tachikardi, bising jantung, angina, iskemia miokard, dispnea, kelelahan

ANEMIA APLASTIK

•         Anemia aplastik à gangguan pada sel induk di sumsum tulang, produksi sel-nya tidak mencukupi
•         Mengancam jiwa
•         Causa: kongenital, idiopatik, virus
•         Pansitopenia
•         Eritrosit normokromik normositik

Gejala:
–        Anemia: lelah, lemah, nafas pendek
–        Trombositopenia: ekimosis dan petekie (perdarahan dibawah kulit), epistaksis (mimisan), perdarahan saluran cerna, kemih dan kelamin, sistem saraf
–        Lekopenia: kerentanan dan keparahan infeksi (bakteri, virus dan jamur)
•         Pengobatan:
–        Transplantasi sumsum tulang

ANEMIA DEFISIENSI BESI

•         Morfologis: mikrositik hipokromik
•         Causa: menstruasi, hamil, asupan besi kurang, vegetarian, gangguan absorbsi (gastrektomi), perdarahan (polip, neoplasma, gastritis, varises esofagus, hemoroid)
•         Gejala: anemi, rambut halus dan rapuh, kuku tipis, rata, mudah patah dan berbentuk seperti sendok (koilonikia), atropi papila lidah, stomatitis
•         Pengobatan: asupan besi, menghilangkan causa

ANEMIA MEGALOBLASTIK

•         Morfologis: makrositik normokromik
•         Causa: defisiensi vitamin B12, asam folat, malnutrisi, malabsorbsi, infeksi parasit (cacing), penyakit usus, keganasan
•         Sumber asam folat: daging, hati, sayuran hijau
•         Gejala: anemia, glositis (lidah meradang dan nyeri), diare, anoreksia
•         Pengobatan: asupan asam folat


ANEMIA SEL SABIT

•         Causa: hemoglobinopati (kelainan struktur) à penyakit genetik autosom resesif
•         Anemia hemolitik kongenital
•         Gejala: anemia, infark (penyumbatan),daktilitis (radang tangan, kaki), takikardi, bising, kardiomegali, dekom kordis, stroke, icterus, kolelitiasis
•         Pengobatan: pencegahan dan simtomatis

POLISITEMIA

•         Polisitemia à kelebihan eritrosit
•         Polisitemia primer atau vera adalah gangguan meiloproliferatif à yaitu sel induk pluripoten abnormal
•         Polisitemia skunder terjadi jika volume plasma di dalam sirkulasi berkurang (mengalami hemokonsentrasi) tetapi volume total eritrosit didalam sirkulasi normal

OBAT-OBAT ANEMIA :

LEUKOSIT

•         Fungsi utama leukosit pertahanan melawan infeksi
•         Macam leukosit: granulosit (neutrofil, eosinofil dan basofil), agranulosit (limfosit dan monosit)
•         Leukositosis: jumlah lekosit lebih dari normal (>10.000/mm3)
•         Leukopenia: jumlah leukosit kurang dari normal (<5.000/mm3)

GANGGUAN LEUKOSIT

•         Bila infeksi mereda à neutrofil berkurang dan monosit meningkat (monositosis)
•         Neutrofilia juga terjadi pada stress dan kerja fisik berat à disebut pseudo-leukositosis
•         Monositosis à menunjukan fase penyembuhan infeksi
•         Limfositosis à diaktifkan oleh virus

•         Leukopenia à jika <1000/mm3 predisposisi terkena infeksi, jika <500/mm3 àinfeksi yang mengancam jiwa
•         Leukopenia ditemukan pada kasus: anemia hipoplastik atau aplastik (akibat sitotoksik), zat toksik, virus, kelaparan, leukemia

LEUKEMIA

•         Leukemia à penyakit neoplastik sumsum tulang (proliferasi lekopetik)
•         Tanda: diferensiasi dan proliferasi sel induk hematopoitik (sel limfoblast) di sumsum tulang
•         Penyebab tidak diketahui, radiasi, zat kimia
•         Pengobatan: kemoterapi, transplantasi sumsum tulang

LIMFOMA

•         Limfoma à keganasan sistem limfatik
•         Penyebab: tidak diketahui, imunodefisiensi, terpapar herbisida, pestisida, pelarut organik (benzen)
•         Berdasarkan histopatologi mikroskopik dan kelenjar limfe yang terserang dibedakan: limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin
•         Penyebab: belum diketahui
•         Gambaran histologis: sel Reed Sternberg yang merupakan sel berinti dua atau lebih nukleoli besar (ciri khas limfoma Hodgkin)
•         Gejala: pembesaran kel limfe (servikal dan supraclavikular) teraba seperti karet, tidak nyeri tekan, batuk kering, nafas pendek, demam, keringat malam, anoreksia, kakeksia, kelelahan
•         Pengobatan: kemoterapi

LIMFOMA NON HODGKIN

•         70% à berasal dari sel B
•         Gejala: demam, penurunan BB, keringat malam, limfadenopati difus tanpa sakit, efusi pleura, anoreksi, mual, hematemesis
•         Pengobatan: kemoterapi

MULTIPLE MIELOMA

•         Multiple mieloma: neoplastik sel plasma
•         Manifestasinya adalah proliferasi sel plasma imatur dan matur dalam sumsum tulang
•         Penyebab: tidak diketahui
•         Pengobatan: kemoterapi

HEMOSTASIS

•         Hemostasis dan koagulasi adalah serangkaian komplek reaksi yang menyebabkan pengendalian perdarahan melalui pembentukan trombosit dan bekuan fibrin pada tempat cidera
•         Bekuan diikuti oleh resolusi (lisis bekuan) dan regenerasi endotel


FAKTOR PEMBEKUAN DARAH

•         I à Fibrinogen
•         II à protrombin
•         III à Tromboplastin
•         IV à kalsium
•         V à Akselerator plasma globulin
•         VII à Akselerator konversi proteombin serum
•         VIII à Globulin anti hemolitik
•         IX à Faktor Christmas
•         X à Faktor Stuart Prower
•         XI à Pendahulu Tromboplastin Plasma
•         XII à Faktor Hageman
•         XIII à Faktor Penstabil Fibrin
•         Faktor pembekuan, kecuali faktor III (tromboplastin jaringan) dan faktor IV (Calsium) à merupakan protein plasma yang berada dalam sirkulasi
•         Tromboplastin jaringan (Faktor III) à dilepas oleh pembuluh darah yang cederaà disebut Faktor Ekstrinsik
•         Faktor Instrinsik à faktor pembekuan yang ada dalam plasma darah




PROSES PEMBEKUAN DARAH
 Pada saat cedera, tiga proses utama yang menyebabkan hemostasis adalah:
1.    Vasokonstriksi sementara
2.    Reaksi trombosit yang terdiri atas adhesi, reaksi pelepasan, dan agregasi trombosit
3.    Aktivasi faktor pembekuan

HEMOFILIA

•         Hemofilia : gangguan koagulasi herediter  berepisode sebagai perdarahan intermiten
•         Hemofilia : akibat mutasi gen faktor VIII (Hemofili A) atau faktor IX (Hemofili B) 
•         Pengobatan: meningkatkan faktor VIII atau IX dan mencegah komplikasi

DIC (DISEMINATA INTRAVASKULER COAGULATION)

•         DIC à merupakan sindrom kompleks, dimana plasma darah yang harusnya cair berubah jadi bekuan akibat terbentuknya trombi fibrin difus, yang menyumbat mikrovaskuler tubuh
•         DIC disebabkan masuknya aktivator koagulasi (tromboplastin) kedalam sirkulasi: solusio plasenta, tumor, luka bakar, cedera remuk
•         Pengobatan: Heparin (antikoagolan)

Price, Wilson, 2005, Patofisiologi, Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, Jakarta, EGC.

PERTANYAAN :
1. Bagaimana mekanisme terjadinya pembekuan darah ?
2. Untuk obat-obat antikoagulan, bagaimana prinsip kerjanya sehingga dapat mengencerkan darah ?

3. Mengapa perlu digunakan obat-obat anti pembekuan darah dalam dunia medis?